Bupati Madiun, Hari Wuryanto didampingi Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono saat peresmian jembatan klumutan Saradan Mad...
| Bupati Madiun, Hari Wuryanto didampingi Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono saat peresmian jembatan klumutan Saradan |
Peresmian jembatan yang menjadi poros utama penghubung aktivitas ekonomi warga tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian sejumlah proyek pembangunan infrastruktur Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, pada Selasa (27/01/2026).
Kondisi jembatan sempat memprihatinkan karena sisi timur jembatan amblas dan hanya ditopang penyangga besi yang dinilai rawan membahayakan pengguna jalan.
“Alhamdulillah, hari ini jembatan Klumutan sudah bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Ini sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Hari Wuryanto.
Bupati Hari Wuryanto berharap keberadaan jembatan dan infrastruktur lainnya dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ke depan akan tetap mengedepankan skala prioritas, terutama yang menunjang ketahanan pangan, meski terdapat penyesuaian anggaran pada tahun 2026.
Jembatan baru di klumutan memiliki peran vital karena menghubungkan sedikitnya enam dusun di Desa Klumutan dan sekitarnya. Keberadaannya bahkan sempat menjadi isu penting dalam debat publik Pilkada Kabupaten Madiun lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Klumutan menjadi salah satu proyek prioritas karena menyangkut akses ekonomi dan mobilitas warga.
“Jembatan Klumutan dibangun dengan konstruksi beton pracetak sepanjang 24 meter dan lebar 8,1 meter, dengan nilai anggaran sebesar Rp 9,9 miliar,” ujar Boby.
Menurut Boby, pembangunan infrastruktur tersebut dilaksanakan berdasarkan komitmen Pemkab Madiun dalam mewujudkan visi “Madiun Bersahaja” yang bersih, sehat, dan sejahtera, khususnya melalui misi keempat, yakni pemerataan pembangunan sarana dan prasarana wilayah secara berkeadilan.
Selain Jembatan Klumutan, Pemkab Madiun juga meresmikan sejumlah proyek infrastruktur lainnya, antara lain rehabilitasi drainase dan trotoar Jalan Ahmad Yani lanjutan senilai Rp 6,8 miliar, peningkatan jaringan irigasi Kali Gede senilai Rp 6,1 miliar, serta peningkatan jaringan perpipaan air bersih di Desa Batok dan Desa Segulung.
Proyek lainnya meliputi pembangunan gedung instalasi linen RSUD Dolopo, pembangunan koridor dan doorlop RSUD Caruban, revitalisasi SMP Negeri 2 Mejayan, rehabilitasi SDN Sidomulyo II Kecamatan Sawahan, serta pembangunan pagar Makam Gemblung di Desa Klecorejo.
Menghadapi efisiensi anggaran di tahun 2026, Dinas PUPR Kabupaten Madiun akan mengalihkan fokus pada pemeliharaan untuk mempertahankan kualitas jalan.
Boby menjelaskan bahwa saat ini tingkat “jalan mantap” di Kabupaten Madiun mencapai 70 persen atau sekitar 600 km dari total 938 km ruas jalan.
“Fokus kami ke depan adalah strategi Zero Lubang. Kami akan memprioritaskan pemeliharaan rutin pada jalan dengan tingkat kerusakan maksimal 30 persen agar kerusakan tidak meluas dan menekan biaya di masa depan,” pungkas Boby.

COMMENTS