Madiun -- Untuk memastikan kesiapan Bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Apel dan Patroli Cipta Ko...
Madiun -- Untuk memastikan kesiapan Bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Apel dan Patroli Cipta Kondisi, Jumat malam (13/02/2026), di Halaman Pendopo Muda Graha.
Sebanyak 150 personel gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Apel dipimpin langsung Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang sekaligus menandai pemberangkatan tim patroli gabungan usai pelaksanaan apel.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pengamanan dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan tanpa gangguan.
"Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan kami inginkan kondisi Kabupaten Madiun kondusif, aman, tentram, untuk menunaikan ibadah puasa. Harapannya masyarakat merasa aman, terlindungi dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Bupati.
Bupati menambahkan patroli tidak hanya dilakukan menjelang Ramadhan, tetapi juga selama bulan puasa, termasuk pada waktu sahur untuk mengantisipasi perang sarung, geng motor, maupun potensi gangguan lainnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, menjelaskan patroli gabungan dibagi menjadi dua tim, yakni wilayah utara dan selatan. Untuk tim utara menyisir kawasan Balerejo, Pilangkenceng, Saradan hingga Jiwan.
Sedangkan tim selatan bergerak melalui wilayah Dolopo, Dagangan hingga Dungus sebelum kembali ke Pendopo Muda Graha.
"Malam ini kita melaksanakan patroli gabungan yang di dalamnya ada unsur Pemkab Madiun, TNI dan kepolisian. Ini dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan Ramadan,” jelasnya.
Sasaran patroli menurut Imam difokuskan pada pusat keramaian seperti pasar, alun-alun, center pedagang kaki lima, tempat hiburan malam, serta objek vital lainnya.
Untuk pengaturan operasional tempat hiburan malam dan warung makan selama Ramadhan, pihaknya masih menunggu ketentuan dari pemerintah provinsi, sembari tetap mengedepankan imbauan agar masyarakat menghormati bulan suci.

COMMENTS