Bupati Madiun, Hari Wuryanto didampingi jajaran Forkopimda Daerah, serta sejumlah kepala OPD Memberatkan 9 Bus Balik Gratis Tahun 2026 ...
| Bupati Madiun, Hari Wuryanto didampingi jajaran Forkopimda Daerah, serta sejumlah kepala OPD Memberatkan 9 Bus Balik Gratis Tahun 2026 |
Madiun -- Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali mengadakan program Penyediaan Angkutan Balik Gratis Idul Fitri di tahun 2026 atau 1447 Hijriah, Senin (23/03/2026), bertempat di Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun di Caruban.
Program ini untuk melayani masyarakat perantau asal Kabupaten Madiun yang bekerja di luar kota.
Acara pemberangkatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dengan didampingi jajaran Forkopimda, di antaranya Wakapolres Madiun, Kajari Kabupaten Madiun, Dandim, Pj. Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto, menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Madiun Nomor 100.3.3.2/131/KPTS/402.013/2026. Tujuan utamanya adalah untuk menekan biaya perjalanan yang tinggi pasca-lebaran serta menjamin keselamatan masyarakat di jalan raya.
| Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto, Saat Memberikan Bingkisan Kepada Peserta Balik Gratis 2026 |
“Kami ingin memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak kembali bekerja di perantauan. Selain itu, langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya guna menciptakan arus lalu lintas yang lebih lancar,” ujar Suryanto.
Menurutnya, Program Balik Gratis 2026 ini didanai sepenuhnya oleh APBD Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari pelayanan publik yang berkelanjutan.
Pemkab Madiun tahun ini memberangkatkan total 9 armada bus yang mengangkut 438 peserta. Adapun rincian rutenya adalah sebagai berikut:
Rute Caruban – Surabaya: 7 armada bus dengan total 350 peserta.
Rute Caruban – Jakarta: 2 armada bus dengan total 88 peserta.
Suryanto menambahkan bahwa proses pendaftaran telah dilakukan secara transparan melalui aplikasi Simadun (online) maupun offline sejak 12 Maret 2026, dengan syarat utama memiliki KTP atau KK domisili Kabupaten Madiun. Sasaran program ini mencakup karyawan swasta, buruh, PNS Golongan I & II, P3K paruh waktu, mahasiswa, hingga anak yatim piatu.
Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dalam sambutannya menekankan bahwa program ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Meski terdapat kenaikan biaya operasional, Pemkab tetap berkomitmen mempertahankan jumlah armada dengan meningkatkan alokasi anggaran sebesar 20%.
| Bupati Madiun, Hari Wuryanto, Saat Memberikan Keterangan Kepada Wartawan Usai Pemberangkatan Bus Balik Gratis Tahun 2026. |
“Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat agar arus balik lancar dan beban ekonomi masyarakat berkurang. Saya berpesan kepada para peserta, tolong jaga nama baik Kabupaten Madiun di perantauan. Tunjukkan kinerja yang baik di tempat kerja masing-masing,” ujar Bupati.
Menanggapi tingginya antusiasme warga, Bupati mengungkapkan rencana pengembangan moda transportasi untuk tahun-tahun mendatang. Pemkab Madiun saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan PT KAI agar pemberangkatan angkutan gratis ke depan juga bisa dilakukan melalui Stasiun Caruban.
“Kami sudah berbicara dengan PT KAI. Harapannya, nanti pada bulan Oktober ada keputusan agar kereta api bisa berangkat dari Stasiun Caruban. Menggunakan kereta api akan lebih efektif, tepat waktu, dan memiliki kapasitas angkut yang lebih besar,” ungkap Bupati.

COMMENTS