Magetan -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyatakan kesiapan menghadapi arus mudik serta potensi lonjakan kunjungan wisa...
Magetan -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyatakan kesiapan menghadapi arus mudik serta potensi lonjakan kunjungan wisatawan pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Berbagai langkah antisipasi telah ditempuh oleh organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan keamanan, kelancaran, serta kenyamanan masyarakat selama masa libur Lebaran.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan pemerintah daerah telah menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi perayaan Idulfitri. Koordinasi lintas OPD juga telah dilakukan melalui rapat koordinasi untuk memastikan seluruh sektor pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Kami sudah menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Dalam Negeri terkait kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi Idulfitri. OPD yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat sudah kami koordinasikan melalui rapat agar semua siap,” kata Nanik saat konferensi pers di rumah dinas bupati, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, sejumlah sektor strategis telah dipersiapkan secara khusus. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) diminta memastikan distribusi bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG tetap aman selama periode Lebaran.
Selain itu, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Magetan terus berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
Di sektor infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah melakukan perbaikan serta penambalan jalan pada sejumlah jalur yang dilalui pemudik.
Dinas Perhubungan Magetan juga telah memastikan kelayakan angkutan umum serta memperkuat pengaturan lalu lintas guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik maupun arus balik.
Sementara itu, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengimbau para pelaku usaha di kawasan wisata agar tidak menaikkan harga secara berlebihan kepada wisatawan.
“Jangan sampai ada praktik getok harga kepada wisatawan. Kami minta para pedagang memasang daftar harga agar jelas dan tidak menimbulkan keluhan,” ujar Suyatni.
Ia juga menyinggung adanya laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah, kata dia, telah menindaklanjuti laporan tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait.

COMMENTS