Penyerahan dokumen adminduk dilakukan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi serta Penjabat Sekreta...
| Penyerahan dokumen adminduk dilakukan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi serta Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun. |
Madiun -- Kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, yang berlangsung selama dua hari, 14–15 April 2026 digelar oleh Pemerintah Kabupaten Madiun diikuti oleh semua OPD di lingkungan pemerintah setempat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun juga turut melayani langsung masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan.
Dalam kegiatan tersebut, warga bisa mengurus dan menerima langsung dokumen seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), hingga Kartu Identitas Anak (KIA).
Untuk momen spesial Bahana Bersahaja Penyerahan dilakukan oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi serta Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun.
Warga tampak memadati stan pelayanan sejak pagi untuk mengurus berbagai dokumen, mulai dari perekaman KTP elektronik, perubahan Kartu Keluarga, hingga penerbitan akta kelahiran dan kematian.
Kepala Bidang Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun, Sayoga, mengatakan seluruh layanan adminduk dibuka secara lengkap dan dapat diselesaikan di lokasi.
| Pelayanan adminduk Dispenduk Capil di acara Bahana Bersahaja di desa Bancong Wonoasri Kabupaten Madiun |
"Masyarakat bisa melakukan perekaman KTP elektronik, KIA, akta kelahiran, akta kematian, hingga cetak ulang KTP rusak semuanya kami layani di sini. Prosesnya cepat, langsung jadi, dan gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan tersebut merupakan bagian dari program jemput bola bertema Leladi Sesami yang bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat hingga ke desa.
Selain itu, pihaknya juga menghadirkan inovasi “Sarapan Pecel” atau selesai pelayanan sampai di desa, sehingga warga tidak perlu datang ke kantor dinas atau mal pelayanan publik.
Selain itu, pihaknya juga menghadirkan inovasi “Sarapan Pecel” atau selesai pelayanan sampai di desa, sehingga warga tidak perlu datang ke kantor dinas atau mal pelayanan publik.
Ia juga mendorong masyarakat untuk segera mengurus administrasi kependudukan serta melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ke depan, pelayanan administrasi kependudukan berbasis desa ini akan terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen secara cepat, mudah, dan efisien.

COMMENTS