Magetan -- Ada metode pembelajaran baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Magetan yaitu metode Gasing (Gampang, Asyik dan Meny...
Magetan -- Ada metode pembelajaran baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Magetan yaitu metode Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan. Pemerintah Kabupaten Magetan bekerja sama dengan Bappenas, Unesa menerapkan model belajar berhitung matematika dengan Gasing. Metode Gasing dikenal sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang menekankan pemahaman konsep secara bertahap, logis, dan menyenangkan. Dalam praktiknya di kelas, siswa diajak belajar dari hal sederhana menuju kompleks, menggunakan benda konkret, serta dilatih menghitung cepat melalui metode mencongak. Suasana belajar pun dibuat interaktif dan tidak menegangkan.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan pelatihan berhitung matematika dengan metode Gasing tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan skor Programme for International Student Assessment (Pisa) Indonesia.
"Numerasi adalah fondasi utama kemampuan akademik. Tantangannya, banyak siswa sudah merasa takut duluan dengan matematika. Metode Gasing menawarkan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, sehingga anak-anak bisa lebih mudah memahami dan tidak takut lagi," ujarnya saat peluncuran di Pendopo Surya Graha Magetan, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, penguatan kemampuan dasar berhitung perlu dilakukan sejak usia sekolah agar tidak menjadi kendala di masa depan. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan siswa mampu menguasai keterampilan dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian secara lebih baik.
Melalui peluncuran dan pelatihan kali ini, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan metode Gasing di kelas masing-masing. Sedangkan bagi siswa, metode tersebut diharapkan dapat mengubah persepsi matematika sebagai pelajaran sulit menjadi pengalaman belajar yang mudah dan menyenangkan.
Adapun keterlibatan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam kerja sama ini adalah bagian dari upaya membangun kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan numerasi sebagai bekal penting menghadapi tantangan global.
Bupati Magetan Nanik Endang mengatakan pendidikan merupakan landasan utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkarakter.
Program gasing yang dikembangkan Prof Yohanes Surya tersebut hadir sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang tidak hanya memudahkan pemahaman, tetapi juga membangun keberanian, rasa percaya diri, pola pikir yang logis, dan tentunya membuat proses belajar menjadi menyenangkan.
"Kami juga berharap sinergisitas antara pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah seperti ini dapat terus diperkuat dalam berbagai bidang pembangunan," katanya.
Rektor Unesa, Nurhasan menyatakan bahwa tujuan utama dari program kerja sama tersebut adalah untuk mencetak generasi yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
"Saya berharap kolaborasi ini mampu menjadi wahana untuk melahirkan SDM unggul yang akan membawa Magetan menjadi daerah yang maju di Jawa Timur," katanya.
Tindak lanjut setelah peluncuran tersebut, selanjutnya akan dilakukan pelatihan metode Gasing yang dijadwalkan berlangsung selama 17 hari dan dipusatkan di SMP Negeri 1 Magetan. Kegiatan pelatihan itu menghadirkan 13 pelatih dari Gasing Academy, serta diikuti guru perwakilan dari setiap kecamatan, ditambah puluhan siswa jenjang SD dan SMP.
Sementara itu, setelah kegiatan peluncuran, Wamen PPN/Bappenas didampingi Bupati Magetan, Rektor Unesa, Founder Gasing Academy, Sekdakab Magetan, OPD terkait, dan civitas pendidikan dari Unesa, melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Magetan untuk melihat bagaimana pelatihan metode Gasing tersebut dimulai.

COMMENTS