Para petani di wilayah kare Kabupaten Madiun bersama Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun saat Bimtek Bawang Putih di B...
| Para petani di wilayah kare Kabupaten Madiun bersama Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun saat Bimtek Bawang Putih di BPP Kare |
Madiun -- Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun memperkuat pengembangan komoditas bawang putih sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan target swasembada bawang putih nasional.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Raswiyanto mengatakan Pemerintah pusat menargetkan swasembada bawang putih nasional dapat tercapai pada 2029 sesuai program dari Presiden Prabowo.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pertanian tahun ini mengembangkan bawang putih seluas 5.000 hektare di berbagai daerah. Hasil panen juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim tanam berikutnya," ujar Raswiyanto saat melaksanakan Bimtek Bawang Putih bersama petani di BPP Kare, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan oleh karena itu dipersiapkan pengembangan lahan, dukungan kepada petani, ketersediaan benih, serta langkah yang perlu disiapkan untuk memperluas budidaya bawang putih di Kabupaten Madiun.
"Kabupaten Madiun menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan pengembangan bawang putih. Tahun ini, ada seluas 70 hektare dialokasikan untuk pengembangan bawang putih, dengan dukungan benih dan berbagai sarana produksi bagi petani," katanya.
Dia mengharapkan langkah itu dapat mendukung keberlanjutan budidaya, sekaligus mendorong petani semakin mampu mengembangkan bawang putih secara mandiri.
Sementara itu, Suharmi Ketua Tim Kerja Kelompok Sayuran Direktorat Jendral holtikultura Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa pengembangan bawang putih di Indonesia diarahkan untuk memperkuat ketersediaan benih dalam rangka mempercepat terwujudnya swasembada.
“Kalau benih kita tersedia, kita bisa swasembada. Produksi awal hingga tiga tahun ke depan kita fokus kepada benih. Apa yang kita lakukan sekarang fokus ke benih agar kita cepat swasembada,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengembangan kawasan bawang putih dengan melibatkan petani. Hasil panen yang diperuntukkan sebagai benih akan didorong untuk memenuhi kebutuhan pengembangan di berbagai daerah.
Kementerian Pertanian telah mengalokasikan pengembangan sekitar 5.000 hektare yang tersebar di sekitar 17 provinsi. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang putih serta luas areal pengembangan bawang putih secara bertahap.
Suharmi menilai wilayah dataran tinggi di Kabupaten Madiun memiliki potensi yang baik untuk pengembangan bawang putih. Ia berharap wilayah kecamatan Kare Madiun dapat mengambil peran dalam mendukung program nasional tersebut, mengingat kebutuhan bawang putih nasional yang sangat besar.

COMMENTS