Yunianto (kanan) Project OfficerRICEsilience KRKP Kab Madiun & Ngawi bersama peserta pelatihan dari Gapoktan Kecamatan Saradan, Pilangke...
| Yunianto (kanan) Project OfficerRICEsilience KRKP Kab Madiun & Ngawi bersama peserta pelatihan dari Gapoktan Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, Madiun, Balerejo, Wonoasri, Jiwan dan Wungu |
Madiun -- Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) yang tergabung dalam konsorsium dengan Preferred by Nature (PbN) dan RIKOLTO yang mendapat dukungan dari CISU (Civil Society
in Development) Denmark, mengembangkan Program RICEsilience (Beras Tangguh) untuk ketangguhan ekosistem pertanian, dalam meningkatkan kapasitas penerapan standar budi daya beras berkelanjutan & meningkatkan kapasitas penguatan organisasi kelompok tani, bertujuan untuk mengurangi kemiskinan terutama pada petani dan perempuan tani skala kecil di Indonesia terkhusus di 5 Kabupaten yakni Sragen, Klaten dan Boyolali di Jawa Tengah, serta Madiun dan Ngawi di Jawa Timur.
Yunianto Project OfficerRICEsilience KRKP Kab Madiun & Ngawi mengatakan pelatihan diikuti oleh 45 orang anggota Gapoktan dari Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, Madiun, Balerejo, Wonoasri, Jiwan dan Wungu dilaksanakan Rabu & Kamis, 17 & 18 September 2025 di Aula Kantor Dinas Pertanian & Perikanan Kabupaten Madiun.
Tujuan Pelatihan menurut Anton untuk membangun kapasitas nilai-nilai
Organisasi yang tangguh dalam mengembangkan standar budi daya beras berkelanjutan,
memperkuat pengembangan beras sehat rendah karbon Sebagai produk ungulan di
Kabupaten Madiun, yaitu :
1. Memperkenalakan sustainable rice platform (SRP) atau standar budidaya beras erkelanjutan.
2. Meningkatkan kapasitas pengetahuan, ketrampilan & keahlian pengurus Gapoktan dalam emahami beras sehat rendah karbon & standar budi daya beras berkelanjutan (SRP).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto mengatakan program padi rendah karbon atau low carbon rice belum cukup dikenal oleh masyarakat tetapi sudah menjadi atensi nasional maupun internasional. Oleh karena itulah pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
"Karena Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun itu underboundnya kelompok tani, kelompok wanita tani, petani milenial makanya kita undang sosialisasi berupa bimbingan teknis supaya memahami program low carbon rice", ujar Sumanto Kadin Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun.
Beras rendah karbon banyak memberikan manfaat, dari segi ekonomi bisa meningkatkan harga dan secara ekologi bisa meningkatkan O2 yang ada di bumi, sedangkan dari sisi kesehatan bisa mencegah terjadinya stunting.
Sumanto menambahkan untuk menjalankan program beras rendah karbon bisa dengan mengurangi bahan kimia yang biasa dipake untuk pupuk seperti pestisida dengan menggunakan pupuk organik. Dari pengelolaan airnya harus menggunakan teknik berselang, setelah panen di penggilingan padi mesinnya menggunakan listrik tidak menggunakan diesel solar.
"Kita mengarah pada efisiensi efektifitas tetapi secara ekonomi akan meningkat, harapannya biaya produksinya menurun tetapi pendapatan petani meningkat," pungkasnya.

COMMENTS