Ketua DPRD Kota Madiun Didampingi Wakil Ketua I, II serta Wali Kota Madiun Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun saat rapat paripurna ...
| Ketua DPRD Kota Madiun Didampingi Wakil Ketua I, II serta Wali Kota Madiun Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun saat rapat paripurna |
Madiun -- Setelah penyampaian jawaban Wali Kota Madiun atas Pandangan Umum para fraksi-fraksi pada siang hari, DPRD Kota Madiun langsung mengadakan rapat paripurna pengambilan keputusan yang diawali penyampaian Pandangan Akhir (PA) delapan fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026, Kamis (13/11/2025) malam.
Rapat yang berlangsung di Gedung Paripurna tersebut menjadi forum bagi seluruh fraksi untuk menyampaikan sikap sekaligus tanggapan atas jawaban Wali Kota Madiun mengenai kebijakan anggaran tahun mendatang.
Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD 2026 Kota Madiun disetujui oleh 8 Fraksi. Meski disepakati, 8 fraksi memberikan catatan rekomendasi untuk ditindaklanjuti.
Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyatakan bahwa masukan serta kritik yang disampaikan fraksi-fraksi akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
“Semua saran dari fraksi bertujuan untuk kepentingan masyarakat Kota Madiun. Maka kritik yang membangun wajib diterima dan ditindaklanjuti,” ujar Armaya seusai sidang.
Ia menegaskan bahwa DPRD menjalankan fungsi kebijakan dalam menyetujui proses penganggaran sepanjang arah dan manfaatnya jelas bagi masyarakat Kota Madiun.
“Selanjutnya dokumen akan dikirimkan ke Provinsi untuk proses evaluasi. Setelah itu, Banggar akan membahas kembali hasil evaluasi, termasuk catatan yang perlu diperbaiki,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi, menyebut Raperda tentang APBD 2026 telah melalui pembahasan panjang. Hal ini mengacu pada pertimbangan serta perhitungan matang antara eksekutif dan legislatif. Dengan digedoknya raperda ini, pemkot akan segera tancap gas menyusun hingga menjalankan program tahun depan.
‘’Lelang segera didahulukan. Khususnya proyek strategis. Ini agar segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,’’ kata wali kota.
Menurut Maidi, program prioritas yang menyangkut sektor perekonomian bakal jadi fokus utama awal tahun depan. Kemudian, di susul sektor-sektor yang berkaitan dengan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
"TKD kurang kita masih punya modal semangat. Insya Allah tidak ada masalah ketika kita mampu memaksimalkan potensi yang ada,’’ pungkasnya.

COMMENTS