Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, saat monitoring penyaluran bantuan pangan di Desa Kedungmaron Pilangkenceng Madiu...
| Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, saat monitoring penyaluran bantuan pangan di Desa Kedungmaron Pilangkenceng |
Madiun -- Setelah menyalurkan Bantuan Pangan di beberapa tempat, Bulog Madiun melakukan Penyaluran Bantuan Pangan alokasi Oktober–November 2025 di Kabupaten Madiun edisi terakhir pada Jumat, (28/11/2025) di desa Kedungmaron Kecamatan Pilangkenceng. Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengatakan kegiatan yang berlangsung sejak awal bulan itu menutup seluruh rangkaian distribusi kepada 62.543 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 15 kecamatan.
“Hari ini pembagian terakhir. Kabupaten Madiun sudah menyalurkan bantuan pangan alokasi Oktober dan November 100 persen,” ujar Agung Sarianto.
Total komoditas yang disalurkan mencapai 1.250.860 kg beras dan 250.172 liter minyak goreng. Setiap PBP menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk dua alokasi. Menurutnya seluruh tahapan berjalan lancar berkat kesiapan komoditas dan dukungan dari dinas terkait.
"Alhamdulillah tidak ada kendala. Komoditas selalu ready, stok kami sangat cukup dan minyak goreng datang tepat waktu. Penyaluran di Kabupaten Madiun on time sesuai jadwal,” ungkapnya.
Untuk penyaluran di Desa Kedungmaron, Bulog menyalurkan 240 PBP, setara 4,8 ton beras dan 960 liter minyak goreng.
Penyaluran serentak di Kecamatan Pilangkenceng pada hari yang sama menjadi penutup rangkaian distribusi bantuan pangan di Kabupaten Madiun.
Agung juga kembali mengimbau agar komoditas bantuan digunakan sesuai peruntukan. "Ini bentuk bantuan, jadi mohon dikonsumsi sendiri. Jangan dijual,” tegasnya.
Memasuki liburan saat Natal dan Tahun Baru, Bulog memastikan stok kebutuhan pangan tetap aman.
“Stok kami sangat cukup. Saat ini beras Bulog mencapai 60.761 ton, cukup untuk 10 sampai 12 bulan ke depan,” tambahnya.
Bulog berharap rampungnya penyaluran bantuan ini dapat menjaga stabilitas kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun.
Koordinasi dengan Pemkab Madiun, TNI–Polri, dan Dinas Ketahanan Pangan disebut akan terus diperkuat agar penyaluran bantuan berikutnya tetap tepat sasaran dan tepat waktu.

COMMENTS