Maidi Wali Kota Madiun Saat Penyampaian Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Madiun terhadap R-APBD Tahun Anggaran 2026. ...
| Maidi Wali Kota Madiun Saat Penyampaian Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Madiun terhadap R-APBD Tahun Anggaran 2026. |
Madiun -- Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Wali Kota Madiun atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Madiun terhadap R-APBD Tahun Anggaran 2026 digelar kamis (13/11/2025). Hadir Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya didampingi Wakil Ketua I dan II, Wali Kota Madiun, Wakil Wali Kota Madiun, Forkopimda, Sekda Kota Madiun, para Kepala OPD, Camat dan undangan lainnya.
Wali Kota Madiun memberikan Jawaban atas Pandangan Umum (PU) Fraksi DPRD Kota Madiun melalui Wakil Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun terhadap Raperda anggaran pendapatan belanja daerah (R-APBD) tahun anggaran 2026.
Usai rapat Wali Kota Madiun Maidi kepada awak media mengatakan dalam sidang paripurna sudah menjawab pertanyaan dari semua fraksi dengan jelas.
“Semua pertanyaan dari fraksi-fraksi sudah saya jawab. Bahkan tadi juga saya tambahi dengan jelas pemaparan keberadaan Kota Madiun sebelum dan sesudah diadakan pembenahan,” ungkap Wali Kota.
Ketika ditanyakan soal inseminator di Kota Madiun yang batal, Wali Kota menerangkan inseminator di Kota Madiun bukannya batal, tetapi sampah di Kota Madiun masih perlu dan harus dipisah dan dipilah-pilah. Mana sampah yang basah, mana sampah yang kering. Dan sesuai instruksi Menteri Lingkungan Hidup, ditahun 2027 sampah harus sudah bisa diatasi dengan baik.
“Jadi inseminator sementara ditunda seraya menunggu rekomendari dari Menteri Lingkungan Hidup. Artinya bukannya batal tetapi masih menunggu rekkomendari dari Menteri LH. Kalau persampahan sampai ditutup, terus mau kemana kita membuang sampah. Kamu sendiri ya jangan membuang sampah seenaknya sendiri. Kok ambu-ambu sendiri. Ruwet-ruwet itu nanti,” tegas Wali Kota mengakhiri perbincangan dengan wartawan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya usai rapat mengatakan tentang jawaban Wali Kota Madiun. Menurutnya meski ada yang kurang namun sudah dijawab oleh wali kota dengan baik.
“Menurut saya pribadi jawaban Wali Kota Madiun tadi relatif cukup baik.Karena kami memang membutuhkan pemimpin yang berintegritas,” katanya.
Terkait pengelolaan sampah lanjut Armaya, itu memang tugas bersama. “Dalam hal ini kami memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Daerah tentunya penanganannya tidak seperti kemarin. Karena dalam penanganan sampah di Kota Madiun anggarannya cukup tinggi sekali,” pungkasnya.

COMMENTS