Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun saat penanaman pohon di Desa Padas Dagangan Madiun...
| Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun saat penanaman pohon di Desa Padas Dagangan |
Madiun -- Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan penanaman ribuan bibit pohon di kawasan lereng Gunung Wilis sebagai wujud kepedulian dalam menjaga ekosistem lingkungan hidup dan mencegah terjadinya bencana alam.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan penanaman pohon dilakukan di wilayah hulu yang merupakan daerah lereng Gunung Wilis sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. Daerah lereng gunung harus dijaga habitat hutan dan pohonnya agar tidak terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor.
"Dengan adanya kejadian di beberapa wilayah di Indonesia, kawasan hulu di lereng Wilis ini harus dijaga karena berperan besar dalam menopang ekosistem dan mencegah bencana," ujar Purnomo Hadi saat kegiatan apel penanaman pohon dalam rangka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia tanggal 28 November sekaligus mendukung program Ketahanan Lingkungan Berkelanjutan di Desa Padas Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Rabu (10/12/2025).
Sebanyak 6.000 bibit pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut. Penanaman dilakukan serentak di tiga kecamatan wilayah hulu lereng Gunung Wilis, yakni Kecamatan Gemarang, Kare, dan Dagangan.
Kawasan itu dipilih karena merupakan daerah resapan air yang berperan penting terhadap kualitas ekologi wilayah Madiun. Ribuan bibit yang ditanam di antaranya bibit pohon durian, alpokat, dan mangga.
Purnomo menambahkan, keberadaan pohon di lereng Gunung Wilis berpengaruh langsung pada keberlanjutan sumber mata air dan mitigasi bencana.
| Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi saat memberikan bantuan tanaman kepada perwakilan Kepala Desa di wilayah Dagangan |
Ia juga menyampaikan capaian kualitas udara diKabupaten Madiun yang selama dua tahun terakhir berada pada kategori sangat baik berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup.
Ke depan, Pemkab Madiun menargetkan pembentukan budaya hijau di masyarakat, penguatan ketahanan ekologi, dan terciptanya warisan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Gerakan penanaman pohon ini melibatkan unsur Pentahelix, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. Purnomo menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi dasar penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan daerah.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi menjelaskan titik penanaman difokuskan pada area sumber mata air, lahan kritis, dan sempadan sungai.
“Dari jenis pohon yang kami tanam adalah jenis-jenis yang mampu menyimpan air dan menjaga ekosistem seperti Avokad yang cocok untuk topografi pegunungan, sementara aren, pule, trembesi, dan durian memperkuat konservasi,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit, tetapi dari kemampuan tanaman hidup dan tumbuh.
DLH berharap masyarakat ikut menjaga pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat berkembang optimal.
Pemerintah kabupaten Madiun menargetkan aksi konservasi dilakukan berkelanjutan dengan pola tiga kecamatan per tahun, sehingga seluruh 15 kecamatan dapat tersentuh program konservasi dalam empat hingga lima tahun mendatang.

COMMENTS